Kutuliskan sejuta puisi sebagai penyandar rasa hampa.
Kuserukan satu nama yang tak hanya kuucap tapi kurasa.
Kusulam rasa kecewa menjadi kemakluman luar biasa.
Kujelajahi ruangan kesabaran dengan ribuan alasan untuk kubersandar.
Upaya-upaya yang membuatku tetap berdiri walau hanya bersandar pada kekohan doa yang kupanjatkan pada sang maha pencipta.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar