Senin, 31 Desember 2012

Malam yg beda.

Malam ini beda sayang.
Mungkin karna malam pergantian tahun mungkin ya?
Hehehe

suara kembang api, petasan, motor saling beradu memperlihatkan mereka ikut bahagia.

Embun malam, sisa-sisa tetesan air hujan di pagar, angin malam yg begitu dingin.
Ah. . . Bikin galau sayang.

Kapan ya bisa ngerayain malam kayak gini sama kamu?
Hehe

Minggu, 30 Desember 2012

Pencandu malam

"menjalani hari - hari sebagai pencandu malam walau tanpa ada yang datang menawarkan kehangatan untuk membungkus malam yang selalu dingin ini."
 
benar aku sangat mengagumi malam...
buatku malam bisa memberikanku segalanya tanpa aku minta...
ya,,, ketenangan contohnya..
bahkan Allah menganjurkan untuk bangun ditengah malam diantara tidur mu...
 aku terlalu ramah pada malam, hingga buatku tak ada waktu yang bisa menghalangiku...
aku tetap menikmati malam tanpa sungkan pada semua gerbang jalan yang sudah tertutup...
bahkan aku terlalu hafal dengan semua itu...
aku sudah tak peduli,,, toh tak ada yang menghawatirkanku...
ayahku...? dia telah tiada 4 tahun yang lalu..
ibuku...? dia sibuk dengan tidur malam nya. (kelelahan)
adik...? pulangnya sama denganku (malam)
sahabat...? mereka terlalu hafal dengan sikapku dan menganggapnya wajar.
mbakku (sahabat baik)...? bahkan dia sudah tak sudi menjadi sahabatku lagi.
entah sampai kapan aku menjadi sahabat setia malam.
entah sampai kapan ada yang menghalagiku untuk tak menguliti dinginnya malam lagi...

RAGU...

aku mulai tak tau harus bagaimana.???
segala pertanyaan mulai lancang menerpaku,
tanpa mampu aku membuka mulut ini untuk berucap.

apa ini Tuhan???
aku mulai ragu dengan semuanya.
ragu apakah hati ini masih sanggup bertahan?
apakah harus membuka hati tanpa mampu melupakan.?

tak mungkin semudah itu kan Tuhan???
Ada yang bilang,
kita hidup dari keyakinan - keyakinan kita sendiri.
tapi keyakinan ini mulai pudar Tuhan...

Dan kini aku sadar...
Tidak semua yang terlihat baik,
Akan benar - benar baik...


Selasa, 25 Desember 2012

serupa itu,,,

serupa mentari pagi yang bersinar membawa kehangatan....



serupa senja yang benderang menunjukkan dirinya....



serupa malam penuh bintang yang menenangkan jiwa....



serupa itulah kamu dimataku...


Kamu dalam kalimat yang bertautan


Kekasih imajiner. Dia, hanya itu, selalu dia. Tanpa kebisingan...

MEMANDANG diriku sendiri, aku melihat sebuah kesedihan. Kesedian yang teramat dalam. Dalam sekali kamu tusukkan beribu –ribu rasa penat, takut, sesal juga benci. Benci itu meronta – ronta minta keluar untuk hinggap dalam hati dan jiwa yang lain. Lain orang lain cerita, ini yang aku rasa. Rasa tentang pemakluman besar atas suatu hal yang bermuara pada cinta. Cinta dan kamu bukanlah dua hal yang harus dijadikan pilihan. Pilihan yang aku namakan tepat, bila hatiku mengenai hati yang tepat. Tepatkah bila aku memujamu? Memujamu, mengagumimu, mengenalmu, membayangkanmu, dan memandangmu adalah sebuah alur mundur kisah aku dan kamu. Kamu tidak perlu mengetahui semuanya. Semua telah kupikirkan masak – masak dan tertulis. Tertulis dalam kenyataan yang baru aku sadari sekarang. Sekarang begini saja, mencintaimu dengan sempurna........... cukuplah dengan memandang

 
By : erdian aji prihartanto (anji)
@erdiANaJI, @anji_lyrics
Buku “cemburu itu peluru”

BERSERAH

Kapankah pelangi datang setelah redanya hujan
Begitupun gelap malam, takkan tetap, takkan diam
Akan pergi digantikan pagi

Ada tangis lalu ada tawa, ada manis di balik kecewa
Begitulah biasanya, habis luka datang suka
Terimalah dengan hati yang rela

Berserah pasrahkan semua pada Yang Kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa
Berserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percaya
Bahwa kita memang pantas bahagia

Bahagia pasti bersama kita
Bila jalani hidup dengan cinta
Memberi dengan rela, terima dengan suka
Setia sabar dan percaya


Sabtu, 22 Desember 2012

Kapan ya bisa?

Aku kangen sama kamu,
aku pengen hari ini sama kamu sayang.

Lagi" aku bertiga aja.
Aku g ada temen nya sayang.
Pengen banget waktu kumpul gini, kamu bisa ikut.
Temenin aku.

Pasti kamu lebih milih sama dia ya sayang.
Ya udah kali ini aku biarkan dulu deh.
Ku beri kesempatan kamu mencoba,
sampai kamu sadar aku yg kamu cari

Kapan ya sayang bisa gitu?
Bisa keluar sama aku n temen".
Tapi aku yakin suatu saat pasti kamu bisa.
Hehehe

Ah. . . Kurasain sendiri aja.

Tuhkan sayang,
aku pengen banget sms kamu sayang.
Aku kangen kamu.
Tapi gak tau mau sms apa dan gimana.

Heh, cobak kamu tau.
Apa mungkin kamu bakal sms aku.
Sekedar menyapa aja gak apa apa kok sayang.

Apa kamu lagi bersama dia ya?
Ah ya udah lah,
emang kamu g pernah hirauin aku.
Huft, biarin lah.
Emang harus begini.
Tak rasain sendiri aja.
Baik" sama dia ya.

Jumat, 21 Desember 2012

Kembali kosong

Kembali kosong. . .
Kayaknya hatiku sekarang tak ada yg kufikirkan. . .
Jarang sekali seperti ini. . .
Biasanya hatiku penuh memikirkanmu. . .
Tapi kini, . . . Hheemm

Mungkin ini buah dari kekecewaanku. . .
Bahkan untuk memikirkan mu saja aku sepertinya sudah tak mau. . .
Andai tak seperti ini,
tapi tetap saja aku mengharapkan mu. . .

Yaa, kini aku tak sendiri dulu. .
Menyembuhkan semua kekecewaan karnamu. . .
Karna nanti aku yakin,
hatiku tetap memilihmu. . .

Minggu, 16 Desember 2012

5 cm “donny dhirgantoro”

“Kamu taruh di sini... jangan menempel dikening.
Biarkan...
Dia...
Menggantung...
Menggantung...
5 centimeter...
Di depan kening kamu...”
“ jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu liat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu semdiri, kalau kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyesah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, citi – cita, kenyakinan diri...”
“... biarkan keyakinan kamu 5 centimeter menggantung – menggantung di depan kening kamu. Dan... sehabis itu yang kamu perlu... Cuma... “
“ Cuma kaki yang akan terus berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya, leher yang sering melihat ke atas. “
“lapisan tekat yang seribu lebih keras dari baja...”
“dan hati yang bekerja lebih keras dari biasanya...”
“serta mulut yang akan selalu berdoa....”
“ dan kamu akan selalu diingat sebagai seseorang yang masih pun ya mimpi dan keyakinana, bukan hanya seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi saja, bukan orang biasa – biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun... dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi itu akan terwujud nanti karena kamu hanya harus mempercayainya. “
“ percaya pada... 5 centimeter di depan kening kamu.”





Kamis, 13 Desember 2012

Cerita hari ini, sayang.

Sayang, hari ini aq tanya tentang kisah cinta mbak riska dengan seorang kekasihnya yg dia panggil "ayah".

Kamu tau g?
Ceritanya itu kayak impian ku saat menjalani ta'arufan.
Saling menjaga pandangan, tidak pernah bersentuhan, saling mendukung dan komunikasi seperlunya.
Dengan pedoman,
semua akan indah pada waktunya.

Mereka benar" menuju masa depan yaitu persiapan pernikahan walau 2 tahun lagi.

Sayang,
aku boleh iri g?
Ju"r aku pengen kxk gt sayang.
Tapi kamu. . . . . ?
Ah entahlah, aku binggung harus bilang apa lagi biar kamu ngerti.

TUHAN, Pilih aku saja yang tersakiti


Tuhan apa aku menyakiti mereka?
Kau lebih tau aku dari pada aku senderi mengetahui diriku.
Sungguh aku tak bermaksut apapun tuhan.

Aku tak mau menjadi alasan salah satu dari mereka untuk berkorban demi aku.
Engkau tau kan?
Bahkan aku tak mengijinkannya untuk memikirkan perasaanku.
Karna aku tak mau menjadi penghalang kebahagiaannya.

Bahkan kau tau, bagaimana aku merelakannya.
Sungguh Tuhan, aku tak mau semua ini terjadi.

Tolong beri keputusan terbaik untuk ini,
Dan jangan biarkan ada 1 orang pun yang merasa tersakaiti.
Kalau memang harus ada, maka pilih aku saja Tuhan yang merasakannya.



Sabtu, 08 Desember 2012

Gara" kamu.

Lihat sayang,
jam berapa ini?
Kamu g khawatir sama aq?
Jam segini,
Masih main diluar rumah.
Malah ini lagi karaoke.

Nakal ya aku sayang?
Ini gara" kamu low,
Mungkin kalau kamu masih seperti dulu,
aku akan berfikir lagi buat kayak gini.
Tapi ya sudahlah sayang.
Kamu sudah memilih dia.
Hhuuff.

Jumat, 07 Desember 2012

Sebuah Nama

Waktu telah menentukan akhir cerita.
Ini tepat seperti apa yang aku bayangkan.
Nun jauh di depan, semenjak mengenalnya.
Ada, adalah sesuatu yang aku selalu suka.
Tiada berlebih mungkin jika aku berharap.
Apa pun yg indah akan selalu indah.
Lambat laun semua terbukti, kan?!
Ikhlas, ikhlas, ikhlas.
Akhirnya kamu yang terakhir, padamu aku berakhir.

By: Erdian Aji Prihartanto (anji)
"cemburu itu peluru"

Kamis, 06 Desember 2012

Alhamdulilah. :)

Ternyata tak selamanya hal yg dianggap baik akan benar" baik.
Aku baru beberapa hal dari dia yg kau cinta.
Entah benar atau tidak,
Aku hanya berusaha percaya tanpa ingin berandai-andai agar tak menyakitiku.

Yang jelas,
Aku memanjatkan rasa syukur tak terkira kepada Ya Allah atas segala bentuk petunjukNya. :)

Kini kupasrahkan sepenuhnya pada Allah.
Aku yakin Allah akan memberi yang kubutuhkan dan pasti terbaik untukku.
Amin. . . :)

 

Rabu, 05 Desember 2012

ya allah,,, :)

Ya Allah...
Engkau tau aku kan?
Tau betapa aku mengharapkannya untuk jadi yang terakhir kan?
Engkau pasti bosan mendengar doaku yang selalu membicarakannya.

Ya Allah....
Engkau tau aku kan?
Bahkan aku sampai lupa memikirkan diriku untuk memikirkannya.

Ya  Allah...
Engkau bahkan paling tau betapa jatuhnya aku saat ini.

Ya Allah...
Engkau dengar aku kan?
Aku akan bertahan jika memang Kau beri petunjuk untuk tetap bertahan.
Bahkan aku siap pergi jika Kau sudah tak tega melihatku menanti.


Senin, 03 Desember 2012

Tanya tanpa jawab.

Bukankah orang yg jatuh cinta bilang bahwa cintanya itu tulus?
Bukankah cinta yg tulus itu cinta yg tidak mengharap balasan?
Tapi mengapa mereka tetap sedih saat cintanya tak terbalas?

Bukankah katanya kebahagian dia adalah hal yg terpenting.
Tapi saat melihat dia bahagia dengan orang lain, mengapa mereka menangis?

Bukankah katanya semua indah pada waktunya?
Tapi mengapa mereka memaksa waktu agar membahagiakan nya?

Sebenarnya tak ada jawaban yg pasti tentang ini,
cinta itu soal rasa, dan rasa dalam cinta bukan soal fisika atau matematika yg pasti.

Tinggal pilih saja.
Mau tetap meyakini apa yg diyakini atau mau mencari sosok pengganti.

Minggu, 02 Desember 2012

jaga hatiku...

Adakah kau tahu apa yang ku rasa
Tersiksa ku tak dapat memilikimu
Tapi tetap akan ku jaga hatiku
Sampai saatnya cintamu kan berpaling pada diriku

Ku pastikan takkan ada yang mampu
Mencintaimu seperti diriku
Walau nafas harus terpisah dari ragaku
Ku tak akan berhenti, ku tak akan menyerah tuk mencintaimu

Sering ku melihat galau di matamu
Berada di antara aku dan dia
Tapi tetap akan ku jaga hatiku
Sampai saatnya cintamu kan berpaling pada diriku

Ku pastikan takkan ada yang mampu
Mencintaimu seperti diriku (sepertiku)
Walau nafas harus terpisah dari ragaku
Ku tak akan berhenti, ku tak akan menyerah tuk mencintaimu

Ku hadapi kenyataan kau bersama dengan dirinya
Namun cintaku padamu takkan terkurung oleh waktu selamanya

Aku kecewa

Sudah kubilang,
aku tidak cemburu buta.
Aku hanya kecewa.

Aku tak menyangka kamu bisa berubah seperti itu.
Seperti menanam sebuah bunga yg sudah kujaga setiap saat, kurawat, kupupuk, kuperhatikan lalu begitu saja diinjak dengan sengaja.

Seperti aku menjagamu,
ditiap doaku agar kamu tetap "baik".
Kujaga semua tingkah dan kata"ku agar aku tak membuatmu berubah.

Aku kecewa.
Aku berasa sangat bodoh meyakinimu dengan segala kebaikan.

Ya sudahlah kalau memang harus melalui ini.

Sabtu, 01 Desember 2012

TAK PEDULI...

Aku sungguh tak peduli....
Benar-benar tak peduli....

Aku sungguh tak peduli....
Benar-benar tak peduli....

Aku tak perduli kamu bersama siapa saat ini...
Aku tak peduli banyak mata yang kagum denganmu...
Aku tak pedili banyak ucapan yang memujimu...

Aku telah menjaga kau disini...
dihatiku...
Aku telah menjaga kau disini...
dinafasku...
Aku telah menjaga kau disini...
dijiwaku...
Aku telah menjaga kau disini...
didiriku...

Aku hanya takut,
Dia yang bersamamu tak menjagamu seperti kumenjagamu...
Aku hanya takut,
Dia yang bersamamu menyianyiakanmu...

Sedangkan aku,
sudah sekian lama tak membiarkan sedetikpun kau berlalu...
Sedangkan aku,
sudah sekian lama tetap menjagamu tanpa mengharapkana papun saat ini...


Rabu, 28 November 2012

Aku tak mau.

Bukan karna aku tak bisa,
tapi karna aku tak mau
hatiku yang telah lama kujaga kuberikan pada orang lain selain kamu.

Bukan karna aku tak mampu,
tapi karna aku tak mau
semua yang kujaga akan melebur begitu saja tanpa arti.

Bukan karna aku tak sanggup.
Tapi memang hanya hatimu yang kuharapkan jadi pelengkap hatiku.

Seiiring dengan doa yang selalu kulantunkan pada Sang Pencipta,
bahwa kelak aku hanya menginginkan kamu yang mampu mengikat janji suci dihadapan-Nya.

Minggu, 25 November 2012

memilih kebahagiaan...

bahagia itu sederhana...
sesederhana kau sanggup melihat senyumnya walau dari jarak jauh...
bahagia itu sederhana...
sesederhana mendengar suaranya walau terhalang tembok...
bahagia itu sederhana...
sesedehana membayangkan parasnya walau sampai terbawa mimpi...

jika kita berfikir kita akan selalu bahagia dengan kesederhanaan itu,,
maka apa lagi yang bisa menghalangi kita???
bukankah orang selalu berhak untuk bahagia walau dengan cara berbeda..
termasuk orang" yang memilih selalu menanti dan mengagumi...


aku hanya ingin . . .

aku hanya ingin mengikuti langkahmu,
aku hanya ingin melihat raut wajah kebahagianmu,
aku hanya ingin memberimu semangat dari jauh,
aku hanya ingin mendengar suaramu.

kamu tak perlu tau,
walau sepertinya kamu sudah tau.
kamu pun tak perlu mengerti,
walau sepertinya kamu sudah mencoba untuk mengerti.

aku tak pernah memaksamu bukan?
bahkan kamu lebih tau hal itu,
aku tak pernah memaksamu bukan?
bahkan aku harus menahan semuanya,

Dengan mengagumimu saja, aku sudah sangat bahagia. :)
Cuma dengan doa aku ingin menjagamu dalam hatiku. :)


Senin, 19 November 2012

Kubiarkan hujan berbisik

Kupandangi rintik hujan dan kujadikan dia bermakna
Kubiarkan semua jatuh tak sesisa agar tak ada sesal
Kubisikan pada angin yang mengiringinya
Kubiarkan semua hembusan menjadi pesan untuknya

Rintik hujan membisikanku,
Bahwa yang sederhana itu sangatlah mengagumkan
Sambaran petir mengingakanku
Bahwa sebuah kesamaan juga dapat menjadi pertentangan
Awan mendung menjelmakanku
Bahwa langit tak selamanya cerah


Rabu, 14 November 2012

Lukisan kesempurnaan



Jika aku bisa melukis segala kesempurnaan dunia
Mungkin aku akan melukis tentang dirimu
Menggoreskan segala suka bersama kekagumanku padamu
Menerka – nerka setiap alur yang tampak bersama hayal tentangmu

Bisakah kau mengiringiku sejenak?
Mengarahkan setiap garis yang kubuat agar terlihat sempurna
Bisakah kau memberiku kesempatan sejenak?
Untuk dapat menjadikanmu lukisan terindah
Walau hanya untuk hidupku saja






Kamis, 08 November 2012

Aku Tak Peduli

Kamu tau bahagia itu apa?
Seperti aku saat ini sedang bahagia.
Bahagia itu seperti,
Saat aku g bisa berkata apapun waktu kamu bersedia datang lagi.
Saat tak ada kata" yg bisa menggambarkan isi hati.
Saat aku tak mampu melupakan apapun tentang kamu.

Seakan tak peduli dengan apa kata orang lain.
Hingga aku tak peduli bahwa keyakinan ini hanya untuk menguatkanku saja.
Seperti aku tak peduli apakah kamu tau atau mengerti perasaanku.
Yang kupedulikan hanya bagaimana aku dapat menyayangimu dengan sempurna.




Selasa, 06 November 2012

Tataplah sejenak

Hadapkanku pada kenyataan bahwa tak sedikitpun ?
atimu memilihku.
Agar aku dapat pergi perlahan walau dengan air mata.
Jika tetap seprti ini, aku tak sanggup,
aku terlajur sudah mengunci hatiku hanya untukmu saja.

Sadarkan aku, kumohon biarkan aku sakit sekarang
dari pada kau menahanku lebih lama sia - sia
Tataplah mataku selama 5 menit saja,
coba rasakan ketulusan yg kuberikan

Kamu tau aku mengagumimu secara sederhana,
Aku tak pernah memaksamu apapun kan?
Jadi tak perlu kamu memikirkan apa apapun,
Biarkan aku saja yang memikirkan perasaan apapun  yg kurasakan padamu

Senin, 05 November 2012

Telah Berganti

Aku berlari dan kubiakan menyembunyikan sunyi.

Aku memaki pada kehampaan,
Mengapa dia tak kunjung menghilang.

Aku berkejaran dengan waktu,
Mengapa dia selalu memaksa untuk cepat berlalu.

Aku membenci suara hati,
Mengapa hanya ada namanya yang kunanti.

Kini kuputuskan untuk pergi,
kubiarkan semua akan berganti.


Kamis, 01 November 2012

Penyunggi Mengil Pembawa Cobek

Tak seharusnya seperti ini.
Seharusnya mereka tidak perlu melakukannya.
Lihat apa yang kau bawa?
Layakkah mereka membebani tubuhmu dengan itu.

Rasanya menyesakkan.
Menahan tangis melihat perjuangan mereka.
Menumpang sebuah truk untuk mengambil cobek.
Dan harus mengangkatnya dengan berjualan keliling.

 Apa ini Tuhan?
Siapa akan tega melihatnya?
Hampir aku tak bisa berkata.
Serasa air mata yang menjawab semua tanya dalam hati.

Keinginan mereka hanya sederhana.
"Mereka hanya ingin bersekolah lagi"
Apa para penguasa tak mendengarnya?
Apa para dermawan tak mengetahuinya.

Andai aku bisa.
Aku akan mengusahakan memenuhi keinginan sederhana mereka.
jadi mereka tak perlu bekerja sekeras itu.


Jumat, 26 Oktober 2012

Inilah hidup.

Air mata ini mulai pecah saat menelusuri jalan menuju makam ayah.

Mudah sekali rasanya air mata ini mengalir,
apalagi saat melihat seorang ayah yg sedang memeluk atau menggenggam tangan anaknya.
Kerinduan itu rasanya begitu terasa.

Aku mulai menarik gas kencang motorku menuju desa tercinta.
Jalan nya mudah buatku wlw cukup jauh.
Yg aku tak kuat karna aku menelusuri jalan dimana nyawa ayahku terenggut.
Begitu menyesakan.

Dan kini aku sudah disini.
Rumah tua yg pernah jadi kenangan bersama ayah.

Inilah hidup. . .
Harus dilewati dan dijalani. . .
Inilah hidup. . .
Harus disyukuri dan memaknainya. . .

Minggu, 21 Oktober 2012

siapa kamu?

aku tak pernah menyangka akan meneteskan air mata saat ini dan disini.
apa ini?
aku berasa bodoh dengan apa yang ku harapkan n yakini.
kenapa ini?
inikah kesalahan menanti yang tak pasti.
dimana ini?
aku terlalu sibuk memikirkanmu hingga disetiap tempat aku bisa menangis karena mu.



siapa kamu?
seharusnya aku tak seperti ini.
seharusnya tak semudah ini hatiku n fikiranku kau rebut.
seharusnya aku tak sebodoh ini mencintaimu.
 

Shimfoni Hitam

Malam sunyi ku impikanmu
Ku lukiskan kita bersama
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu

Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu

Tlah ku nyanyikan alunan-alunan senduku
Tlah ku bisikkan cerita-cerita gelapku
Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu

Bila saja kau di sisiku
‘kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu



Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku, simfoni hanya untukmu