Selasa, 27 Juni 2017

Sangat Merindu

Merindumu...
Kali ini, rindu yang kurasakan begitu berbeda...
Bahkan sangat berbeda...
.
Dulu...
Ketika begitu menginginkanmu...
Rasanya hanya melihatmu dan mendengar namamu saja,
sudah cukup untukku...
Kini...
Mimpi tentangmupun belum cukup mengobati rinduku...
.
Mungkin...
Bukan kamu yang kurindukan...
Tapi rasa sayang yang teramat dalam untuk seseoranglah,
yang membungkus rasa rindu ini...
.
Aaahhh sayang...
Aku selalu berkata "abaikan saja rasaku, seperti yang selalu kau lakukan."
Padahal aku tahu, bahwa ada sepercik keinginan kecil untuk kau datang dan menyapa...
Sebagai teman mungkin...
Itu pun kalau tak mengganggumu dan dia...


Minggu, 30 Oktober 2016

kesempurnaan cinta

kesempurnaan cinta...

ketika kau datang begitu manis dalam mata dan ingatan...
seakan aku tahu mata dan hatimu itu milikku...
sampai suatu waktu semua berganti menjadi berkabut...
gelap tak terlihat karena harus tertutup tuntutan yang tak begitu ku tahu harus kusambut bagaimana...

hingga aku tahu..
cinta itu tak hanya milik kita yang mencinta...
tapi milik dia dan mereka yang ada disekitar dan paling berharga...

kini kita harus memilih...
membahagiakan diri sendiri atau membahagiakan orang lain?

karena

kadangkala ada orang diciptakan hanya ada dihati kita bukan untuk dihidup kita...

Selasa, 04 Oktober 2016

Maaf Sayang

sayang...
tak rindukah kau kepadaku?
aku sudah hampir melupakanmu...
sempat sangat bahagia aku jika itu terjadi...
tapi tiba-tiba kudengar kabarmu lagi...
aaaassss...
menyebalkannya...

kemarin sayang...
tiba-tiba ada yang menanyakan padaku,
bagaimana jika nanti kamu akhirnya menginginkanku sedangkan ada pria lain yang sesuai denganku juga sedang memilihku, siapa yang aka ku pilih?
maaf sayang...
dengan tegas aku akan memilih yang baru...
bukan karena aku kecewa dengan pengabaianmu selama ini...
tapi karena pemaklumanku padamu sudah habis...
walau kau kini sudah tak bersamanya lagi...

Kamis, 18 Agustus 2016

Bukan Kamu Yang Menyakiti

Menyelinap dalam hati...
Kau seakan berbisik akulah orangnya...
Kau biarkan rasa ini mekar indah dalam sanubari...
Hingga akhirnya ketidak mungkinan mewarnai...

Mencintaimu adalah saat dimana hatiku terpaku dalam...
Menancap hingga tak mampu dicabut ataupun dipindahkan...
Walau akhirnya rasa kecewa itu muncul...

Mencintaimu membuatku selalu menjaga diriku agar selalu baik...
Maka, walaupun kecewa menyelip...
Aku akan tetap berterima kasih padamu...
Karna cintaku yang dalam padamu membuatku tetap menjadi wanita dengan prinsip dan kesabaran luar biasa...

Jikapun hatimu tak sedikitpun tergerak untuk bersamaku...
Tak apa...
Tak ada yang perlu merasa tersakiti...
Karena bukan kamu yang menyakiti tapi aku saja yang terlalu berekspektasi tinggi....

Minggu, 26 Juni 2016

Ikhlaskan

Ikhlaskan...
Ikhlaskan...
Ikhlaskan...

Jika hal itu bisa semudah dikatakan...
Jika hal itu bisa semudah ditulis atau diketik...
Jika... jika... dan jika...

Sebenarnya apa yang perlu diikhlaskan...
Jika tak pernah memiliki...
Bukankah yang keikhasan hanya untuk yang rela melepaskan?
Apa yang perlu dilepaskan?
Jika tak pernah ada ikatan...

Wahai hati...
Jika keikhlasan yang dimaksud adalah meredam semua usaha atau mimpi bersamanya...
Maka bantulah...
Tenggelamkan...
Kuburkan...
Musnahkan...
Hingga mungkin tak akan ada jejak untuk itu lagi...

Wahai hati yang bodoh karena menanti dan berekspektasi tinggi...
Maka ikhlaskanlah...
Biarkan semua usaha baikmu menjadi langkah untuk mendapatkan yang lebih lebih dan lebih baik lagi...

Kamis, 23 Juni 2016

Lupakan

Ikhlaskan...
Jika Allah tidak mengabulkan doamu untuk bersama dia,
Mungkin itu memang yang terbaik...

Bukankah kamu sudah berusaha untuk menjaga dirimu agar tetap baik jika bersamanya nanti?

Tapi...
Benar kata dia...
Dia tak sebaik yang kamu kira...
Dia tak sesempurna seperti sosok yang kamu tahu dan banggakan waktu awal kamu menaruh hati padanya...

Lihat mereka...
Dia dan wanitanya sudah sangat bahagia...
Sampai kapan kamu harus dianggap pengusik?

Dengar mereka...
Dia dan wanitanya berkata hanya mengganggapmu sebagai pengagum yang tak wajar...
Sedangkan kamu hanya melakukan apa yang kamu inginkan tanpa memaksanya untuk apapun, termasuk memilihmu...

Sudah waktunya kamu juga bahagia...
Lupakan dan ikhlaskan...
Tanpa memikirkannya...
Tanpa mendambakannya...
Tanpa merindukannya...

Karena kamu juga butuh diperhatikan dan dikhawatirkan...
Bukan selalu memperhatikan dan mengkhawatirkan...

Sabtu, 18 Juni 2016

Seharusnya aku malu

Rasanya sudah tak pantas jika aku selalu melibatkanmu pada setiap percakapan yang kulakukan...
Tapi apa daya, namamu secara tak sadar bisa begitu mudah kukatakan...
Pada akhirnya menceritakanmu lagi, membayangkanmu lagi, mengingatmu lagi...

Malu...
Seharusnya itu yang perlu kuingat...
Masih menjadikanmu sebagai pembicaraan yang paling menarik untukku...
Sedangkan ku tau kau telah bahagia...

Maafkan aku...
Tak ada maksut untuk mengganggumu...
Membuatmu tak nyaman...
Membuat dia semakin merasa aku menggilaimu...