Senin, 27 Januari 2014

Baru.

Sebenarnya ingin sekali ku menyimpan kenangan lain didalam memori ingatanku.
Ya tentu saja selain semua memori tentangmu.

Tenang,
tak mungkin begitu saja aku bisa melupakan semua,
menghapus, membuang ataupun menghilangkannya.

Mungkin aku pernah mendengar kata - kata seperti ini.

"kenangan itu jangan dilupakan tapi selalu di ingat untuk jadi pelajaran."

emm,
setujuh saja deh untuk kali ini.

Tapi untuk kali ini,
biarkan kucari dan kubuka lembar halaman yang masih kosong dan akan kuisi dengan kisah indah.
Lalu yang telah berlalu, kutumpuk saja dengan yang baru.
Okey

hehehe

Marah.

Hey dengar,
ini soal hati, bukan logika atau nalar lagi.
Ini bukan soal matematika atau fisika yang punya rumus dan jawaban yang pasti.

Ah. . .
Boleh kan aku kesal?
Boleh kan aku kecewa?
Bosan aku untuk pura-pura tegar.
Bosan aku pura-pura baik-baik saja.

Dengarkan aku!
Aku terluka.
Aku sangat terluka.

Ah sudahlah,
tak ada gunanya.
Dari dulu pun kamu sok tau juga tentang aku.
Dari dulu kamu anggap aku lebih bisa mengontrol perasaanku dari pada mereka,
dan akhirnya kamu korbankan aku.

Tapi sudahlah,
aku tak menyalahkan mu.
Aku yang bodoh.

Kamis, 23 Januari 2014

Marah.

Hey dengar,
ini soal hati, bukan logika atau nalar lagi.
Ini bukan soal matematika atau fisika yang punya rumus dan jawaban yang pasti.

Ah. . .
Boleh kan aku kesal?
Boleh kan aku kecewa?
Bosan aku untuk pura-pura tegar.
Bosan aku pura-pura baik-baik saja.

Dengarkan aku!
Aku terluka.
Aku sangat terluka.

Ah sudahlah,
tak ada gunanya.
Dari dulu pun kamu sok tau juga tentang aku.
Dari dulu kamu anggap aku lebih bisa mengontrol perasaanku dari pada mereka,
dan akhirnya kamu korbankan aku.

Tapi sudahlah,
aku tak menyalahkan mu.
Aku yang bodoh.

Senin, 13 Januari 2014

Hujan.




Hujan. . .
Kamu buatku bungkam.
Aku suka ada kamu,
aku suka kamu hadir,
aku suka kamu muncul. . .

Hujan. . .
Bahkan selalu kumenikmatimu tanpa sekat,
tanpa kuharus menghindar darimu.

Hujan. . .
Mungkin kamu ada buat jadi penghibur,
apa mungkin kamu hadir untuk memutar kenangan lalu. . .

Hujan. . .
Aku sudah enggan menyertakan kenangan bersama harmorni rintik mu.

Hujan, . .
Kalau datangmu sehalus ini,
apa mungkin aku tak terhanyut. . ?

Hujan. . .
Jika kamu bisa selalu menemaniku,
mungkin aku tak akan merasa butuh siapapun.

Karna sekarang,
kali ini. . .
Aku butuh, . .
Bukan hanya kamu,
tapi "DIA". . . (cinta yang baru)





Minggu, 12 Januari 2014

Tak berpihak.



Sepertinya belum ada cinta yang berpihak padaku. . .

Ah. . .
Bosan rasanya bicara tentang ini. . .
Cinta yang kurasa dulu sudah memilih ternyata salah. . .

Mungkin, aku yang keliru,
aku yang terlalu percaya bahwa kekaguman itu cinta,
dan senyumnya itu pertanda. . .

Padahal aku tidak pernah memaksa apapun. . .
Termasuk memaksa cinta untuk bisa mencari jodohnya secepat mungkin. . .
 
Tapi tetap saja, rasanya aku dipermainkan. . .
Aku dianggap seperti percobaan. . .

Huft aku tak suka. . .



Rabu, 01 Januari 2014

menyatu karna-Mu... :) (amin)

Tuhan...
kusisipkan doa ku ini di tengah segala harapanku pada pergantihan tahun...
tentang dia Tuhan...
tentang pria sholeh yang akan Kau jadikan jodohku kelak...

jaga dia Tuhan, jaga hatinya...
satukanlah dia dengan keimanan dan kecintaan pada-Mu yang luar biasa...

bungkus dia dengan rasa percaya bahwa akan Kau temukan dia denganku,
disaat yang tepat dan waktu yang paling indah...
ketika kami sudah siap kau satukan dalam kata ijab...

Tuhan...
biarkan kami bertemu dan menyatukan hati karena-Mu...
aku hanya tak ingin,
terbuai oleh keindahan dunia yang semu...
satukan kami dalam iman dan dengan satu tujuhan...
yaitu melaksanakan kewajiban kami untuk mengikat tali cinta atas kehendak-Mu,
dalam bingkai pernikahaan yang agung,
amin