Rabu, 28 November 2012

Aku tak mau.

Bukan karna aku tak bisa,
tapi karna aku tak mau
hatiku yang telah lama kujaga kuberikan pada orang lain selain kamu.

Bukan karna aku tak mampu,
tapi karna aku tak mau
semua yang kujaga akan melebur begitu saja tanpa arti.

Bukan karna aku tak sanggup.
Tapi memang hanya hatimu yang kuharapkan jadi pelengkap hatiku.

Seiiring dengan doa yang selalu kulantunkan pada Sang Pencipta,
bahwa kelak aku hanya menginginkan kamu yang mampu mengikat janji suci dihadapan-Nya.

Minggu, 25 November 2012

memilih kebahagiaan...

bahagia itu sederhana...
sesederhana kau sanggup melihat senyumnya walau dari jarak jauh...
bahagia itu sederhana...
sesederhana mendengar suaranya walau terhalang tembok...
bahagia itu sederhana...
sesedehana membayangkan parasnya walau sampai terbawa mimpi...

jika kita berfikir kita akan selalu bahagia dengan kesederhanaan itu,,
maka apa lagi yang bisa menghalangi kita???
bukankah orang selalu berhak untuk bahagia walau dengan cara berbeda..
termasuk orang" yang memilih selalu menanti dan mengagumi...


aku hanya ingin . . .

aku hanya ingin mengikuti langkahmu,
aku hanya ingin melihat raut wajah kebahagianmu,
aku hanya ingin memberimu semangat dari jauh,
aku hanya ingin mendengar suaramu.

kamu tak perlu tau,
walau sepertinya kamu sudah tau.
kamu pun tak perlu mengerti,
walau sepertinya kamu sudah mencoba untuk mengerti.

aku tak pernah memaksamu bukan?
bahkan kamu lebih tau hal itu,
aku tak pernah memaksamu bukan?
bahkan aku harus menahan semuanya,

Dengan mengagumimu saja, aku sudah sangat bahagia. :)
Cuma dengan doa aku ingin menjagamu dalam hatiku. :)


Senin, 19 November 2012

Kubiarkan hujan berbisik

Kupandangi rintik hujan dan kujadikan dia bermakna
Kubiarkan semua jatuh tak sesisa agar tak ada sesal
Kubisikan pada angin yang mengiringinya
Kubiarkan semua hembusan menjadi pesan untuknya

Rintik hujan membisikanku,
Bahwa yang sederhana itu sangatlah mengagumkan
Sambaran petir mengingakanku
Bahwa sebuah kesamaan juga dapat menjadi pertentangan
Awan mendung menjelmakanku
Bahwa langit tak selamanya cerah


Rabu, 14 November 2012

Lukisan kesempurnaan



Jika aku bisa melukis segala kesempurnaan dunia
Mungkin aku akan melukis tentang dirimu
Menggoreskan segala suka bersama kekagumanku padamu
Menerka – nerka setiap alur yang tampak bersama hayal tentangmu

Bisakah kau mengiringiku sejenak?
Mengarahkan setiap garis yang kubuat agar terlihat sempurna
Bisakah kau memberiku kesempatan sejenak?
Untuk dapat menjadikanmu lukisan terindah
Walau hanya untuk hidupku saja






Kamis, 08 November 2012

Aku Tak Peduli

Kamu tau bahagia itu apa?
Seperti aku saat ini sedang bahagia.
Bahagia itu seperti,
Saat aku g bisa berkata apapun waktu kamu bersedia datang lagi.
Saat tak ada kata" yg bisa menggambarkan isi hati.
Saat aku tak mampu melupakan apapun tentang kamu.

Seakan tak peduli dengan apa kata orang lain.
Hingga aku tak peduli bahwa keyakinan ini hanya untuk menguatkanku saja.
Seperti aku tak peduli apakah kamu tau atau mengerti perasaanku.
Yang kupedulikan hanya bagaimana aku dapat menyayangimu dengan sempurna.




Selasa, 06 November 2012

Tataplah sejenak

Hadapkanku pada kenyataan bahwa tak sedikitpun ?
atimu memilihku.
Agar aku dapat pergi perlahan walau dengan air mata.
Jika tetap seprti ini, aku tak sanggup,
aku terlajur sudah mengunci hatiku hanya untukmu saja.

Sadarkan aku, kumohon biarkan aku sakit sekarang
dari pada kau menahanku lebih lama sia - sia
Tataplah mataku selama 5 menit saja,
coba rasakan ketulusan yg kuberikan

Kamu tau aku mengagumimu secara sederhana,
Aku tak pernah memaksamu apapun kan?
Jadi tak perlu kamu memikirkan apa apapun,
Biarkan aku saja yang memikirkan perasaan apapun  yg kurasakan padamu

Senin, 05 November 2012

Telah Berganti

Aku berlari dan kubiakan menyembunyikan sunyi.

Aku memaki pada kehampaan,
Mengapa dia tak kunjung menghilang.

Aku berkejaran dengan waktu,
Mengapa dia selalu memaksa untuk cepat berlalu.

Aku membenci suara hati,
Mengapa hanya ada namanya yang kunanti.

Kini kuputuskan untuk pergi,
kubiarkan semua akan berganti.


Kamis, 01 November 2012

Penyunggi Mengil Pembawa Cobek

Tak seharusnya seperti ini.
Seharusnya mereka tidak perlu melakukannya.
Lihat apa yang kau bawa?
Layakkah mereka membebani tubuhmu dengan itu.

Rasanya menyesakkan.
Menahan tangis melihat perjuangan mereka.
Menumpang sebuah truk untuk mengambil cobek.
Dan harus mengangkatnya dengan berjualan keliling.

 Apa ini Tuhan?
Siapa akan tega melihatnya?
Hampir aku tak bisa berkata.
Serasa air mata yang menjawab semua tanya dalam hati.

Keinginan mereka hanya sederhana.
"Mereka hanya ingin bersekolah lagi"
Apa para penguasa tak mendengarnya?
Apa para dermawan tak mengetahuinya.

Andai aku bisa.
Aku akan mengusahakan memenuhi keinginan sederhana mereka.
jadi mereka tak perlu bekerja sekeras itu.