Rabu, 26 Februari 2014

kita sama...

aku sama denganmu...
hanya ingin mencintai tanpa menyakiti orang lain...

aku juga sama sepertimu...
ingin merasakan dicintai dengan tulus...

aku masih sama sepertimu...
hanya ingin bersama orang yang bisa membuatku nyaman...

sama sayang...
tak jauh beda denganmu...
apa cinta harus berbeda?
tidak bukan?
trus apa yang membedakan kita?

"aku mencintamu karna Allah, ingatlah itu." ujar (....)
"aku beratahan disini karna aku ingin selalu bersamamu karna Allah." (....)
"aku tak berarti tanpa kamu, denganmu kurasakan hidup dan berarti. " (....)

tak berlebihankan?
masih sama dengan harapanmu kan?

jika tak mungkin...
maka jelaskan padaku semuanya...
agar aku bisa berjalan tanpamu hingga rasanya tak sesakit ini




Jumat, 21 Februari 2014

Ah. . .

Ada apa? Mengapa?
Ah. . . Tiada guna.

Gak usah ngomong,
gak usah alasan,
bilang aja gak mau,

ah. . .
Jujurmu pun tak akan membantu.
Truskan aja apa yang telah terlihat,
toh itu menguntungkan buatmu.

Susah mungkin untuk kamu berkata berhentilah.
Tapi toh kamu lakukan juga.

Jumat, 07 Februari 2014

Mimpi

Mimpi punya cerita.

Mimpi mungkin cuma punya waktu singkat.
Cuma punya satu kisah.
Cuma punya satu hayal.

Aku mungkin tak seberuntung mimpi.
Dia bisa mewujudkan semuanya.
Cinta, sahabat, kenangan dan semuanya.

Cintaku?
Tidak, bukan cinta tapi hayal.

Selasa, 04 Februari 2014

Pencarian.

Mungkin cuma sunyi yang bisa buatku seperti ini.
Menjelma bagai pengembara yang tak tahu harus mencari apa.

Katanya mudah menemukannya, tapi?
Ah... Pasti mereka bohong.

Sepi berkata "tenang, ini tak akan lama."
senja berkata "ini pasti sementara, kayak hadirku"
malam berkata "penantianmu tak akan percuma kok, seperti siang yang terik menantiku datang sebagai penghangat."

oh. . . Aku sudah tak ingin mendengar apa apa dari siapa siapa. . .
Aku sudah tak percaya.
Aku tak ingin di beri harapan lalu di sia-siakan.

"dengar, aku tak akan berbohong padamu. Pencarian mu akan usai jika memang sudah waktunya. Jangan memaksa agar semuanya akan terjadi secepat yang kamu inginkan. Karna ini butuh waktu. Percayalah semua akan indah pada waktunya" kata hati nurani.

Senin, 03 Februari 2014

Berharap "tak" Bertahan

Aku tak berharap.
Tak ingin berharap.
Tak mau berharap.
Tak mampu berharap lagi.

Aku menyapu semua kisah tentang bentuk keenggananmu.

Aku menghantam luka yang bahkan sudah tergores sebelumnya jadi lebih menyakitkan.

Aku menitihkan setiap keluh bersama air hujan sebagai penyamaran sehingga aku tetap terlihat tegar.

Aku tak bertahan.
Tak ingin bertahan.
Tak mau bertahan.
Tak mampu bertahan lagi.