Minggu, 26 Juni 2016

Ikhlaskan

Ikhlaskan...
Ikhlaskan...
Ikhlaskan...

Jika hal itu bisa semudah dikatakan...
Jika hal itu bisa semudah ditulis atau diketik...
Jika... jika... dan jika...

Sebenarnya apa yang perlu diikhlaskan...
Jika tak pernah memiliki...
Bukankah yang keikhasan hanya untuk yang rela melepaskan?
Apa yang perlu dilepaskan?
Jika tak pernah ada ikatan...

Wahai hati...
Jika keikhlasan yang dimaksud adalah meredam semua usaha atau mimpi bersamanya...
Maka bantulah...
Tenggelamkan...
Kuburkan...
Musnahkan...
Hingga mungkin tak akan ada jejak untuk itu lagi...

Wahai hati yang bodoh karena menanti dan berekspektasi tinggi...
Maka ikhlaskanlah...
Biarkan semua usaha baikmu menjadi langkah untuk mendapatkan yang lebih lebih dan lebih baik lagi...

Kamis, 23 Juni 2016

Lupakan

Ikhlaskan...
Jika Allah tidak mengabulkan doamu untuk bersama dia,
Mungkin itu memang yang terbaik...

Bukankah kamu sudah berusaha untuk menjaga dirimu agar tetap baik jika bersamanya nanti?

Tapi...
Benar kata dia...
Dia tak sebaik yang kamu kira...
Dia tak sesempurna seperti sosok yang kamu tahu dan banggakan waktu awal kamu menaruh hati padanya...

Lihat mereka...
Dia dan wanitanya sudah sangat bahagia...
Sampai kapan kamu harus dianggap pengusik?

Dengar mereka...
Dia dan wanitanya berkata hanya mengganggapmu sebagai pengagum yang tak wajar...
Sedangkan kamu hanya melakukan apa yang kamu inginkan tanpa memaksanya untuk apapun, termasuk memilihmu...

Sudah waktunya kamu juga bahagia...
Lupakan dan ikhlaskan...
Tanpa memikirkannya...
Tanpa mendambakannya...
Tanpa merindukannya...

Karena kamu juga butuh diperhatikan dan dikhawatirkan...
Bukan selalu memperhatikan dan mengkhawatirkan...

Sabtu, 18 Juni 2016

Seharusnya aku malu

Rasanya sudah tak pantas jika aku selalu melibatkanmu pada setiap percakapan yang kulakukan...
Tapi apa daya, namamu secara tak sadar bisa begitu mudah kukatakan...
Pada akhirnya menceritakanmu lagi, membayangkanmu lagi, mengingatmu lagi...

Malu...
Seharusnya itu yang perlu kuingat...
Masih menjadikanmu sebagai pembicaraan yang paling menarik untukku...
Sedangkan ku tau kau telah bahagia...

Maafkan aku...
Tak ada maksut untuk mengganggumu...
Membuatmu tak nyaman...
Membuat dia semakin merasa aku menggilaimu...