Sayang. . .
Akhirnya aku menemukan jawaban atas pertanyaan ini,
mengapa aku tak bisa benar-benar berhenti dan diam.
Hemm,
benar, ternyata semua tergantung niat.
Dan mungkin itu yang mengganjal ku.
Karna dari awal aku hanya ingin mengikuti mau mu,
bukan karna diriku sendiri. . .
Lalu. . . .
Ada yang bilang,
"jalani saja dengan mengikuti alur yang ada".
Jalan yang mana?
Yang seperti apa?
Bahkan aku belum menemukan peta apapun yang bisa membuatku berhenti dan bersyukur.
Ada yang bilang,
"orang baik akan mendapat orang baik juga"
bahkan kata-kata klasik itu sangat kuhafal,
bahkan maknanya hampir tak ada rasanya.
Rabu, 31 Juli 2013
Selasa, 30 Juli 2013
Tak Peduli.
Benarkah tak ada yang ingin kamu katakan padaku?
Sekedar tanya mengapa akhirnya aku memilih berhenti.
Ya. . .
Mungkin memang keadaanku sudah tak penting lagi buatmu. . .
Apa tak pernah penting buatmu?
Entahlah.
Apa ini benar langkah terbaik darimu dengan pura-pura tidak ada apa-apa?
Ya sudahlah jika memang kamu menganggapku baik-baik saja. . .
Sekedar tanya mengapa akhirnya aku memilih berhenti.
Ya. . .
Mungkin memang keadaanku sudah tak penting lagi buatmu. . .
Apa tak pernah penting buatmu?
Entahlah.
Apa ini benar langkah terbaik darimu dengan pura-pura tidak ada apa-apa?
Ya sudahlah jika memang kamu menganggapku baik-baik saja. . .
Kembali beku
Rasanya kembali beku. . .
Bahkan tidak tahu alasan apa yang bisa membuat bibir ini tersenyum. . .
Aku yakin kamu masih disitu dan memperhatikanku,
masih berfikir tentangku,
menerka-nerka apa yang kurasakan saat ini.
Walau tidak berusaha berbuat apapun. . .
Dan aku. . .
Masih seperti ini,
bingung apa yang harusaku lakukan,
masih tidak tahu bagaimana menjawab semua tanya,
masih tidak tahu bagaimana cara menata hati ini setelah kau menyuruhku berhenti.
Andai saja kau menyuruhku kembali bertahan untukmu,
pasti akan kulakukan.
Tapi ternyata. . . .
Hemm. . . Ya sudahlah. . .
Bahkan tidak tahu alasan apa yang bisa membuat bibir ini tersenyum. . .
Aku yakin kamu masih disitu dan memperhatikanku,
masih berfikir tentangku,
menerka-nerka apa yang kurasakan saat ini.
Walau tidak berusaha berbuat apapun. . .
Dan aku. . .
Masih seperti ini,
bingung apa yang harusaku lakukan,
masih tidak tahu bagaimana menjawab semua tanya,
masih tidak tahu bagaimana cara menata hati ini setelah kau menyuruhku berhenti.
Andai saja kau menyuruhku kembali bertahan untukmu,
pasti akan kulakukan.
Tapi ternyata. . . .
Hemm. . . Ya sudahlah. . .
Kamis, 25 Juli 2013
Abaikan.
Selamat malam sayang. . .
Emm,
akhirnya baksosnya beres juga hari ini.
Alhamdulilah. . .
Hehehe
tapi sayang,
banyak yang tanya tentang kamu. . .
Aku bingung harus bilang apa. . .
Ya. . .
Mungkin kalau keadaanya tak seperti ini,
aku akan lebih semangat jika bicara tentang mu.
Andai. . .
Ya udah sayang. . .
Abaikan saja kataku ini.
Selamat terlelap. :)
Emm,
akhirnya baksosnya beres juga hari ini.
Alhamdulilah. . .
Hehehe
tapi sayang,
banyak yang tanya tentang kamu. . .
Aku bingung harus bilang apa. . .
Ya. . .
Mungkin kalau keadaanya tak seperti ini,
aku akan lebih semangat jika bicara tentang mu.
Andai. . .
Ya udah sayang. . .
Abaikan saja kataku ini.
Selamat terlelap. :)
Sabtu, 13 Juli 2013
Tak Mau Memaksa
seperti aku tak mau memaksamu...
kini,,,
aku juga tak mau memaksa-Nya untuk selalu mengabulkan pintaku...
yang belum pasti baik buatku...
aku tau,, mungkin Dia sudah bosan mendengar keluhku...
atau mungkin Dia sudah jenuh melihat air mataku...
hingga mungkin Dia lega karena kini akhirnya aku berhenti...
tapi entahlah...
aku hanya tak ingin memaksa siapapun...
walau aku yakin,,,
aku akan bersamanya,,,
mungkin bukan saat ini... tapi.......
suatu saat kelak,, saat kami sama - sama siap...
kini,,,
aku juga tak mau memaksa-Nya untuk selalu mengabulkan pintaku...
yang belum pasti baik buatku...
aku tau,, mungkin Dia sudah bosan mendengar keluhku...
atau mungkin Dia sudah jenuh melihat air mataku...
hingga mungkin Dia lega karena kini akhirnya aku berhenti...
tapi entahlah...
aku hanya tak ingin memaksa siapapun...
walau aku yakin,,,
aku akan bersamanya,,,
mungkin bukan saat ini... tapi.......
suatu saat kelak,, saat kami sama - sama siap...
Senyum mu. :)
Sayang. . .
Boleh aku membungkus senyum mu,
aku janji cuma senyummu saja,
setidaknya menemani dalam langkahku untuk berhenti.
Bolehkah?
Karna cuma senyum mu yang selalu menjadi teman penantiaan ku selama ini. . .
Tapi kalau kamu izinkan.
Tenang sayang,
jika kamu tak mengizinkan nya,
aku tak apa-apa kok. . .
Mungkin aku akan mengingat dan terus mengingat senyum itu.
Biarkan jadi bahagiaku saja.
:)
Boleh aku membungkus senyum mu,
aku janji cuma senyummu saja,
setidaknya menemani dalam langkahku untuk berhenti.
Bolehkah?
Karna cuma senyum mu yang selalu menjadi teman penantiaan ku selama ini. . .
Tapi kalau kamu izinkan.
Tenang sayang,
jika kamu tak mengizinkan nya,
aku tak apa-apa kok. . .
Mungkin aku akan mengingat dan terus mengingat senyum itu.
Biarkan jadi bahagiaku saja.
:)
Jumat, 12 Juli 2013
Memandang surya
Ya Allah...
maafkan aku yang terlalu memaksamu untuk memenuhi inginku...
mungkin ini keadaan yang tepat...
memang seharusnya dalam cinta, tak ada yang perlu dipaksa...
dalam cinta pun, tak boleh ada rasa kasihan...
aku tau pasti ini... :)
aku berusaha untuk berhenti saat ini...
kali ini mungkin bukan hanya karna dia,
tapi karna-Mu juga...
tentang aku...
biarkan aku seperti ini ya...
hadirnya bulan penuh berkah-Mu ini pun sidah sangat menghiburku...
aku lebih siap untuk memandang surya...
terima kasih :)
maafkan aku yang terlalu memaksamu untuk memenuhi inginku...
mungkin ini keadaan yang tepat...
memang seharusnya dalam cinta, tak ada yang perlu dipaksa...
dalam cinta pun, tak boleh ada rasa kasihan...
aku tau pasti ini... :)
aku berusaha untuk berhenti saat ini...
kali ini mungkin bukan hanya karna dia,
tapi karna-Mu juga...
tentang aku...
biarkan aku seperti ini ya...
hadirnya bulan penuh berkah-Mu ini pun sidah sangat menghiburku...
aku lebih siap untuk memandang surya...
terima kasih :)
Jumat, 05 Juli 2013
"aku" pembohong.
Sayang. . .
Apa kamu tau betapa bingungnya aku.
Mereka yang tau bagaimana perjuangan dan pengorbananku untuk selalu menjaga hati buatmu,
seakan tak pernah rela jika aku hentikan langkah ini.
Sudah kujelaskan sayang pada mereka. . .
Tapi mereka tetap tak mengira semudah ini aku berhenti. . .
Sayang. . .
Aku harus gimana?
Sedangkan aku tak pernah ingin mengabaikan pintamu untuk menyuruhku berhenti,
walau aku belum pernah mau untuk itu.
Sayang. . .
Aku berasa menjadi pembohong besar untuk diriku sendiri.
Berbohong bahwa aku akan belajar melupakan mu.
Walau tak pernah mungkin untuk itu.
Apa kamu tau betapa bingungnya aku.
Mereka yang tau bagaimana perjuangan dan pengorbananku untuk selalu menjaga hati buatmu,
seakan tak pernah rela jika aku hentikan langkah ini.
Sudah kujelaskan sayang pada mereka. . .
Tapi mereka tetap tak mengira semudah ini aku berhenti. . .
Sayang. . .
Aku harus gimana?
Sedangkan aku tak pernah ingin mengabaikan pintamu untuk menyuruhku berhenti,
walau aku belum pernah mau untuk itu.
Sayang. . .
Aku berasa menjadi pembohong besar untuk diriku sendiri.
Berbohong bahwa aku akan belajar melupakan mu.
Walau tak pernah mungkin untuk itu.
Aku lelah.
Aku lelah. . .
Aku capek untuk berpura-pura bahwa aku baik-baik saja. . .
Aku sangat lelah,
untuk menyuruhmu mengabaikanku. . .
Aku bahkan tak tau,
mengapa aku terombang-ambing tanpa tau apa yang kufikirkan.
Aku lelah. . .
Selalu memaksa diriku untuk meneteskan air mata tapi tetap tak bisa.
Aku capek. . .
Setelah saat itu, saat kamu memintaku berhenti.
Bahkan aku tak pernah mengenal malam, sunyi, tenang.
Semua seakan sekongkol dengan mu untuk tak menghiraukanku.
Entah. . .
Bahkan mimpipun mengujiku dengan banyangan tentangmu.
Aku ingin sekali berteriak kepadamu,
memaksamu melihatku,
aku tak bisa semudah itu menghilangkan mu.
Aku capek untuk berpura-pura bahwa aku baik-baik saja. . .
Aku sangat lelah,
untuk menyuruhmu mengabaikanku. . .
Aku bahkan tak tau,
mengapa aku terombang-ambing tanpa tau apa yang kufikirkan.
Aku lelah. . .
Selalu memaksa diriku untuk meneteskan air mata tapi tetap tak bisa.
Aku capek. . .
Setelah saat itu, saat kamu memintaku berhenti.
Bahkan aku tak pernah mengenal malam, sunyi, tenang.
Semua seakan sekongkol dengan mu untuk tak menghiraukanku.
Entah. . .
Bahkan mimpipun mengujiku dengan banyangan tentangmu.
Aku ingin sekali berteriak kepadamu,
memaksamu melihatku,
aku tak bisa semudah itu menghilangkan mu.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


