Hay. . .
Bagaimana kabarmu?
Apa kamu tak menyadari kebingunganku?
Aku tak tau harus bagaimana?
Iya, ini keputusanku.
Aku menyadari memang ini adalah kesalahan karna kita belum pernah jadi teman.
Dari awal kamu tau aku,
aku sudah menjadi pengagum mu. . .
Mungkin itu yang membuat kita belum pernah bisa menjadi teman.
Kini. . .
Aku tak tau harus bagaimana lagi?
Bagaimana aku harus bersikap?
Bagaimana cara aku menjadi sahabatmu?
Tolong ajari aku untuk biasa dengan mu.
Tolong ajari aku menjadi sahabatmu.
Tolong ajari aku. . .
Dan kali ini,
izinkan aku menjadi sahabatmu walau masih mencintaimu.
Tanpa memaksamu untuk menyatu dengan mu saat ini.
Senin, 25 Februari 2013
Jumat, 22 Februari 2013
Pupus Kisah Tak Sampai
Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan.
Kau buat remuk seluruh hatiku.
Indah terasa indah, bila kita terbuai dalam alunan cinta.
Sedapat mungkin terciptakan rasa,
keinginan selalu memiliki.
Namun bila, itu semua.
Dapat terwujud dalam satu ikatan cinta.
Tak semudah seperti yang telah terbayang.
Menyatukan perasaan kita.
Tetaplah menjadi bintang dilangit.
Agar cinta kita akan abadi.
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini.
Agar menjadi cinta kita berdua.
Semoga aku dapat mengilhami sisi hatimu yang beku.
Semoga akan ada keajaiban hingga akhirnya kau pun mau.
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau.
Meski kau tak kan pernah tau.
Baru kusadari, cintaku bertepuk sebelah tangan.
Kau buat remuk, seluruh hatiku.
By: vidi aldiano
Kau buat remuk seluruh hatiku.
Indah terasa indah, bila kita terbuai dalam alunan cinta.
Sedapat mungkin terciptakan rasa,
keinginan selalu memiliki.
Namun bila, itu semua.
Dapat terwujud dalam satu ikatan cinta.
Tak semudah seperti yang telah terbayang.
Menyatukan perasaan kita.
Tetaplah menjadi bintang dilangit.
Agar cinta kita akan abadi.
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini.
Agar menjadi cinta kita berdua.
Semoga aku dapat mengilhami sisi hatimu yang beku.
Semoga akan ada keajaiban hingga akhirnya kau pun mau.
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau.
Meski kau tak kan pernah tau.
Baru kusadari, cintaku bertepuk sebelah tangan.
Kau buat remuk, seluruh hatiku.
By: vidi aldiano
Kamis, 21 Februari 2013
Dengarkan aku !
DENGARKAN AKU....!
Tak secuil asapun mampu membuatku pergi...
Pergi dari ruang penantian yang bahkan tak pernah kucoba untuk membukanya....
Jangankan memaksa diri untuk menjauh,
memaksa hati untuk mencari pengganti pun tak mampu...
Bukan...
Bukan aku tak bisa,
Tapi memang aku tak mau...
Tak mau menjadikanmu kenangan,
Aku hanya ingin menjadikanmu nyata,
Bukan jadi bagian dari kisah masa lalu....
Tapi bagian dari masa depanku...
Amiin...
Tak secuil asapun mampu membuatku pergi...
Pergi dari ruang penantian yang bahkan tak pernah kucoba untuk membukanya....
Jangankan memaksa diri untuk menjauh,
memaksa hati untuk mencari pengganti pun tak mampu...
Bukan...
Bukan aku tak bisa,
Tapi memang aku tak mau...
Tak mau menjadikanmu kenangan,
Aku hanya ingin menjadikanmu nyata,
Bukan jadi bagian dari kisah masa lalu....
Tapi bagian dari masa depanku...
Amiin...
Minggu, 17 Februari 2013
Sayang, . .
Sayang. . .
Aku sudah lelah sayang. . .
Sungguh hampir tak ada daya lagi untuk bertahan. . .
Sayang, kamu tau kan,
ini sering sekali terjadi.
Kali ini aku mampu berkata lelah.
Tapi kemudian akan kembali ke semua rasa sayang yang dulu.
Sayang. . .
Mampukah aku menghabiskan waktu tanpa memikirkan mu?
Sedangkan setiap apa yang kulakukan, selalu menyebut namamu.
Sayang. . .
Entahlah, aku tak tau lagi harus bagaimana.
Aku sudah lelah sayang. . .
Sungguh hampir tak ada daya lagi untuk bertahan. . .
Sayang, kamu tau kan,
ini sering sekali terjadi.
Kali ini aku mampu berkata lelah.
Tapi kemudian akan kembali ke semua rasa sayang yang dulu.
Sayang. . .
Mampukah aku menghabiskan waktu tanpa memikirkan mu?
Sedangkan setiap apa yang kulakukan, selalu menyebut namamu.
Sayang. . .
Entahlah, aku tak tau lagi harus bagaimana.
Senin, 11 Februari 2013
kesepakatan kamu aku.
Benar....
Kali ini aku sangat setujuh dengan kata-katamu...
Sepertinya memang langkah itu yang terbaik...
"Biar kamu sendiri saja yang nentukan gimana untuk selanjutnya...
anggap aku gak tau hal itu."
hheeemmm,
Terima kasih atas keputusanmu yang melegakan ini.
Setidaknya aku tak perlu memaksa hatiku untuk pergi dan berlalu...
Aku tau sepertinya hal ini begitu aneh,
Tapi biarlah, toh aku juga yang membuat seperti ini.
Karna aku sudah bilang percuma untuk kamu berkata,
"cukup" "sudahlah" "berhentilah"
dan kata - kata lain untuk membuatku pergi.
Ya... tak mungkin aku bisa merubah kebiasaanku untuk mencintaimu,
hanya setelah kata-kata yang baru saja diucapkan.
Dan mungkin dengan kesepakatan ini,
aku bisa membiarkan semuanya berjalan dengan rencana Tuhan yang indah.
Semoga saja... :)
Bismillah, .. Semoga ini awal yang baik untuk kamu aku. :)
Kali ini aku sangat setujuh dengan kata-katamu...
Sepertinya memang langkah itu yang terbaik...
"Biar kamu sendiri saja yang nentukan gimana untuk selanjutnya...
anggap aku gak tau hal itu."
hheeemmm,
Terima kasih atas keputusanmu yang melegakan ini.
Setidaknya aku tak perlu memaksa hatiku untuk pergi dan berlalu...
Aku tau sepertinya hal ini begitu aneh,
Tapi biarlah, toh aku juga yang membuat seperti ini.
Karna aku sudah bilang percuma untuk kamu berkata,
"cukup" "sudahlah" "berhentilah"
dan kata - kata lain untuk membuatku pergi.
Ya... tak mungkin aku bisa merubah kebiasaanku untuk mencintaimu,
hanya setelah kata-kata yang baru saja diucapkan.
Dan mungkin dengan kesepakatan ini,
aku bisa membiarkan semuanya berjalan dengan rencana Tuhan yang indah.
Semoga saja... :)
Bismillah, .. Semoga ini awal yang baik untuk kamu aku. :)
Tuuuuhhhaaannn.
Tuuuhhhaaannn....
mengapa sulit sekali bicara????
tak mudah untuk mencari kesempatan itu.
padahal sudah kutunggu saat itu sekian lama...
mengapa aku hanya bisa menggelengkan kepala,
saat dia berkali - kali bertanya apa yang ingin kutanyakan padanya.???
Tuuuhhhaaannn....
dia benar,, gak mungkin hanya jawaban itu saja yang ingin ku dengar.
apa yang kutunggu lagi????
dihati dan fikiranku terlihat masih menyimpan tanya.
tapi mengapa sulit sekali untuk berkata????
yang ada saat itu,
dia sudah tau semuanya.
apa lagi yang perlu ku katakan???
seharusnya tanpa bertanya pun dia tau semuanya.
apa harus aku berkata???
karna aku tak mampu menjawabnya...
Tuuuhhhaaannn...
bakhan aku tak meneteskan air mata sedikitpun karna pintanya.
apakah harus seperti ini rasa ini tumbuh dan telah menjadi kebiasaan????
mengapa sulit sekali bicara????
tak mudah untuk mencari kesempatan itu.
padahal sudah kutunggu saat itu sekian lama...
mengapa aku hanya bisa menggelengkan kepala,
saat dia berkali - kali bertanya apa yang ingin kutanyakan padanya.???
Tuuuhhhaaannn....
dia benar,, gak mungkin hanya jawaban itu saja yang ingin ku dengar.
apa yang kutunggu lagi????
dihati dan fikiranku terlihat masih menyimpan tanya.
tapi mengapa sulit sekali untuk berkata????
yang ada saat itu,
dia sudah tau semuanya.
apa lagi yang perlu ku katakan???
seharusnya tanpa bertanya pun dia tau semuanya.
apa harus aku berkata???
karna aku tak mampu menjawabnya...
Tuuuhhhaaannn...
bakhan aku tak meneteskan air mata sedikitpun karna pintanya.
apakah harus seperti ini rasa ini tumbuh dan telah menjadi kebiasaan????
Minggu, 10 Februari 2013
Upaya-Upayaku.
Kutuliskan sejuta puisi sebagai penyandar rasa hampa.
Kuserukan satu nama yang tak hanya kuucap tapi kurasa.
Kusulam rasa kecewa menjadi kemakluman luar biasa.
Kujelajahi ruangan kesabaran dengan ribuan alasan untuk kubersandar.
Upaya-upaya yang membuatku tetap berdiri walau hanya bersandar pada kekohan doa yang kupanjatkan pada sang maha pencipta.
Kuserukan satu nama yang tak hanya kuucap tapi kurasa.
Kusulam rasa kecewa menjadi kemakluman luar biasa.
Kujelajahi ruangan kesabaran dengan ribuan alasan untuk kubersandar.
Upaya-upaya yang membuatku tetap berdiri walau hanya bersandar pada kekohan doa yang kupanjatkan pada sang maha pencipta.
Happy Day. :)
Hey para pecandu malam. . .
Apa yang membuatmu tersenyum sepanjang hari ini?
Apa sama sepertiku. ?
Buatku bahagia itu sederhana.
Ya. . . Seperti bisa menghabiska waktu bersama teman-teman lama.
Kayaknya ada semangat baru setelah itu.
Hehehe
aku harap hari ini kalian juga sebahagia aku. . . :)
#senyum senyum
:)
Apa yang membuatmu tersenyum sepanjang hari ini?
Apa sama sepertiku. ?
Buatku bahagia itu sederhana.
Ya. . . Seperti bisa menghabiska waktu bersama teman-teman lama.
Kayaknya ada semangat baru setelah itu.
Hehehe
aku harap hari ini kalian juga sebahagia aku. . . :)
#senyum senyum
:)
Kamis, 07 Februari 2013
K A U
KAU adalah buih kerinduan yang sudah tak mampu terbendung lagi dalam penampungan hati.
KAU adalah pantulan cahaya kekaguman yang biasnya sudah tak mampu lagi terhalang oleh debu.
KAU adalah secangkir keindahan yang pesonanya sudah tak mampu lagi tergantikan oleh kenikmatan apapun.
"KAU adalah buih kerinduan yang memantulkan cahaya kekaguman pada secangkir keindahan yang mempesona"
KAU adalah pantulan cahaya kekaguman yang biasnya sudah tak mampu lagi terhalang oleh debu.
KAU adalah secangkir keindahan yang pesonanya sudah tak mampu lagi tergantikan oleh kenikmatan apapun.
"KAU adalah buih kerinduan yang memantulkan cahaya kekaguman pada secangkir keindahan yang mempesona"
Selasa, 05 Februari 2013
Aku, doaku dan malamku
Selamat petang para pecandu malam. :)
apa doamu untuk hari ini?
Apa sama denganku?
Malam ini mungkin bukan malam terindah,
tapi tetap, setiap malam pasti ada cerita.
Kali ini tentang aku dan doaku pada sang pencipta.
Mungkin Allah sudah mulai hafal apa yang akan aku paparkan dalam doaku.
Aku jadi ingin mencoba cara lain.
Aaahaa. . .
Kucoba untuk menuliskan suatu harapan pada selembar kertas.
Lalu kukaitkan pada balon balon.
Kemudiaan kulepas perlahan dengan mata tertutup seraya berdoa agar Allah bersedia memungutnya. :)
emm. . .
Cukup Allah dan Aku saja yang tau apa isi tulisan dalam kertas itu.
Harapan, permohonan, kejujuran, keiklasan dan keyakinan sebenarnya adalah kunci kehidupan.
Kututup kisah pecandu malam kali ini dengan doa agar Allah selalu memberikan yang terbaik dari apa yang manusia harapkan.
apa doamu untuk hari ini?
Apa sama denganku?
Malam ini mungkin bukan malam terindah,
tapi tetap, setiap malam pasti ada cerita.
Kali ini tentang aku dan doaku pada sang pencipta.
Mungkin Allah sudah mulai hafal apa yang akan aku paparkan dalam doaku.
Aku jadi ingin mencoba cara lain.
Aaahaa. . .
Kucoba untuk menuliskan suatu harapan pada selembar kertas.
Lalu kukaitkan pada balon balon.
Kemudiaan kulepas perlahan dengan mata tertutup seraya berdoa agar Allah bersedia memungutnya. :)
emm. . .
Cukup Allah dan Aku saja yang tau apa isi tulisan dalam kertas itu.
Harapan, permohonan, kejujuran, keiklasan dan keyakinan sebenarnya adalah kunci kehidupan.
Kututup kisah pecandu malam kali ini dengan doa agar Allah selalu memberikan yang terbaik dari apa yang manusia harapkan.
Hey. . . Mbak. . . :)
Hey. . .
Selamat bertemu lagi. . .
Hehehe
seneng akhirnya kamu bersedia untuk hadir lagi.
Kangen aku mbak. . .
Ayo crita" lagi. . .
Hehe
benerkan aku,
kamu g akan lupain adekk mu ini. . .
Hehehe
semoga akan lebih baik dari pada ini.
Selamat malam mbak. . .
:)
kangen mbak.
Selamat bertemu lagi. . .
Hehehe
seneng akhirnya kamu bersedia untuk hadir lagi.
Kangen aku mbak. . .
Ayo crita" lagi. . .
Hehe
benerkan aku,
kamu g akan lupain adekk mu ini. . .
Hehehe
semoga akan lebih baik dari pada ini.
Selamat malam mbak. . .
:)
kangen mbak.
Minggu, 03 Februari 2013
SELIR HATI
Selembar kisah pun
tak pernah ada.
Tentang aku dan
kamu, tak pernah ada cerita apapun.
Mereka benar
sayang,,,
Bahkan keyakinanku
selama ini hanya untuk menguatkan diriku saja.
Untuk menegarkan
rasaku sendiri, aku berani untuk menjadi orang yang munafik.
Membohongi diriku
sendiri.
Sudah tau kamu tak
pernah ada dan sudah tau bahwa kamu tak pernah menghiraukanku.
Sudahlah sayang,
sepertinya kamu semakin jauh saja,
Bahkan keyakinanku
sendiri sudah mulai luntur.
Aku sudah lelah
menjadi orang yang bodoh,
Bagai punuk
merindukan bulan sepertinya.
Biarkan aku pergi
ya sayang,
aku sudah tak
sanggup menyebut nama mu lagi.
Padahal waktu itu
tak bosan kusilipkan namamu dalam doaku.
Ya sudahlah sayang.
Aku terlalu lelah untuk menanti lagi.
Maafkan aku yang akhirnya
menyerah dan tak sabar untuk tetap menjadi selir hatimu.
KOTAK RASA
Jemariku mulai tak
terkontrol lagi.
Semakin meletakkan
jemari pada tombol – tombol ini.
Semakin aku tak
mengerti apa yang ingin kubicarakan pada maya.
Mendengar dentungan
tiap lirik yang dialunkan dalam pemutar musik.
Semakin aku larut
dalam kisah – kisah yang bahkan aku tak pernah merasakannya.
Inipun bukan
milikku sendiri, semua bukan milikku.
Bahkan hati inipun
bukan milikku lagi.
Terkotak – kotak
rasanya, terlalu mudah fikiran melayang – layang.
Membiarkan khayalan
menjelma menjadi mimpi yang entah akan terwujud atau berlalu begitu saja.
Ya beginilah, hanya
berbaring bersama kenangan yang tak akan terulang.
Atau bahkan mimpi
yang menjadi kenangan.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)





