Ayah. . .
Ingat kah?
Waktu ayah menggendongku diatas bahu di tengah derasnya hujan waktu aku kecil.
Ayah. . .
Ingatkah?
Waktu ayah memarahiku saat aku sudah terlewat nakal waktu SD.
Ayah. . .
Ingatkah?
Waktu ayah hanya tertawa melihat nilai matematikaku gak bagus.
Ayah. . .
Ingat semuanya?
Melihat kisah Ustad UJE yang meninggal karena kecelakaan dan meninggalkan istri dan anaknya yang masih kecil.
Serasa mengaca pada ingatan masa lalu kepergiaan mu ayah. . .
Ayah baik-baik saja kan?
Kukirimkan doa sebagai teman sejatimu disana.
Sabtu, 27 April 2013
Rabu, 24 April 2013
Pepatah . . .
" ingin ku mengejar seribu bayangmu, namun apa daya tangan tak sampai.
Memang benar kata pepatah,
kalau jodoh tak lari kemana.
Duhai kekasihku."
Menjalani hari hanya dengan bayangan.
Mencari jawaban atas sebuah penantian.
Penantian yang enggan lari dari kediaman.
Mungkin memang hanya Tuhan bisa menghentikan nya.
Bahkan tanpa tau akhir yang menjadi keputusanNya,
sama dengan alasan penantian.
Tapi memang jodoh tak akan lari kemana.
Jodoh akan bertemu pada saat yang tepat dan indah dari pada bayangan manusia.
Memang benar kata pepatah,
kalau jodoh tak lari kemana.
Duhai kekasihku."
Menjalani hari hanya dengan bayangan.
Mencari jawaban atas sebuah penantian.
Penantian yang enggan lari dari kediaman.
Mungkin memang hanya Tuhan bisa menghentikan nya.
Bahkan tanpa tau akhir yang menjadi keputusanNya,
sama dengan alasan penantian.
Tapi memang jodoh tak akan lari kemana.
Jodoh akan bertemu pada saat yang tepat dan indah dari pada bayangan manusia.
Minggu, 21 April 2013
Jawaban yang ditemukan.
"bagaimana jika nanti aku tak bersama dia?
Sedangkan cuma dia yang aku inginkan."
pertanyaan itu yang selalu tanyakan pada sahabat-sahabatku.
Dan mereka hanya diam setelah itu.
Entah kenapa,
jawaban dari sahabatku kali ini kurasa yang paling mengena di hati.
" mungkin kali ini kamu berfikir seperti itu,
bahwa hanya dia yang kamu inginkan,
dan jika bukan dia yang bersamamu kelak,
maka memang Allah menyimpan lelaki lain yang lebih baik untukmu,
bukankah hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati manusia."
Benar juga. . .
Hemm,
ya. . .
"Tidak ada yang tau hari esok kecuali Dia yang memberi hidup"
Sedangkan cuma dia yang aku inginkan."
pertanyaan itu yang selalu tanyakan pada sahabat-sahabatku.
Dan mereka hanya diam setelah itu.
Entah kenapa,
jawaban dari sahabatku kali ini kurasa yang paling mengena di hati.
" mungkin kali ini kamu berfikir seperti itu,
bahwa hanya dia yang kamu inginkan,
dan jika bukan dia yang bersamamu kelak,
maka memang Allah menyimpan lelaki lain yang lebih baik untukmu,
bukankah hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati manusia."
Benar juga. . .
Hemm,
ya. . .
"Tidak ada yang tau hari esok kecuali Dia yang memberi hidup"
Sabtu, 20 April 2013
Pilihanku.
Sudah siapkah aku?
Jika mungkin kelak benar kata mereka bahwa aku tak bersamamu.
Sedangkan aku,
sedetikpun tak bisa melewatkanmu dalam setiap doaku.
Aku sendiripun tak tau harus bagaimana jika kelak tak bersamamu.
Bahkan aku,
tak sedikitpun mampu menyelipkan nama lain dalam hatiku.
Tapi bukankah kita hidup dari keyakinan?
Bukankah kita manusia hanya punya harapan, doa dan usaha.
bukankah kita hidup harus memilih.
Dan ada yang salah jika kini aku memilih menunggunya karna aku yakin dia akan bersamaku kelak.
Amin
"bukan opsesi tapi keyakinan yang dipupuk dengan doa dan Ridho dari Allah"
Jika mungkin kelak benar kata mereka bahwa aku tak bersamamu.
Sedangkan aku,
sedetikpun tak bisa melewatkanmu dalam setiap doaku.
Aku sendiripun tak tau harus bagaimana jika kelak tak bersamamu.
Bahkan aku,
tak sedikitpun mampu menyelipkan nama lain dalam hatiku.
Tapi bukankah kita hidup dari keyakinan?
Bukankah kita manusia hanya punya harapan, doa dan usaha.
bukankah kita hidup harus memilih.
Dan ada yang salah jika kini aku memilih menunggunya karna aku yakin dia akan bersamaku kelak.
Amin
"bukan opsesi tapi keyakinan yang dipupuk dengan doa dan Ridho dari Allah"
Rabu, 17 April 2013
Bunda.
Bunda. . .
Menangislah. . .
Aku tau kau lelah. . .
Terlalu berat mungkin kehidupan mu ini. . .
Ditinggalkan suami tercintamu yang lebih dulu menghadapNya.
Bersandarlah bunda. . .
Kusediakan pundak ku. . .
Untuk sekedar tempatmu mengehela nafas panjang sejenak sebagai penghapus lelahmu. . .
Bunda. . .
Maafkan anakmu ini yang belum mampu membahagiakan mu.
Belum mampu menjadi peringan beban mu. . .
Tapi ku akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan di dunia dan kehidupan nanti di akhirat. . .
Amin Ya Allah. . .
Menangislah. . .
Aku tau kau lelah. . .
Terlalu berat mungkin kehidupan mu ini. . .
Ditinggalkan suami tercintamu yang lebih dulu menghadapNya.
Bersandarlah bunda. . .
Kusediakan pundak ku. . .
Untuk sekedar tempatmu mengehela nafas panjang sejenak sebagai penghapus lelahmu. . .
Bunda. . .
Maafkan anakmu ini yang belum mampu membahagiakan mu.
Belum mampu menjadi peringan beban mu. . .
Tapi ku akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan di dunia dan kehidupan nanti di akhirat. . .
Amin Ya Allah. . .
Hay lelakiku. . .
Hay lelakiku. . .
Kamu bisa dengar aku. . ?
Hay lelakiku. . .
Kamu bisa dengar aku. . ?
Aku memang tak punya banyak hal yang istimewa agar kamu memilihku. . .
Hay lelakiku. . .
Kamu bisa dengar aku. . ?
Mungkin aku bukan wanita hebat yang bisa kau banggakan di depan mereka.
Hay lelakiku. . .
Kamu bisa dengar aku. . ?
Mungkin aku tak bisa memperhatikanmu setiap waktu seperti wanita-wanita itu . .
Hay lelakiku. . .
Kamu bisa dengar aku. . ?
Tapi aku akan berusaha akan selalu mendampingimu dalam suka dan dukamu.
Aku sayang kamu lelakiku. . .
Kamu bisa dengar aku. . ?
Hay lelakiku. . .
Kamu bisa dengar aku. . ?
Aku memang tak punya banyak hal yang istimewa agar kamu memilihku. . .
Hay lelakiku. . .
Kamu bisa dengar aku. . ?
Mungkin aku bukan wanita hebat yang bisa kau banggakan di depan mereka.
Hay lelakiku. . .
Kamu bisa dengar aku. . ?
Mungkin aku tak bisa memperhatikanmu setiap waktu seperti wanita-wanita itu . .
Hay lelakiku. . .
Kamu bisa dengar aku. . ?
Tapi aku akan berusaha akan selalu mendampingimu dalam suka dan dukamu.
Aku sayang kamu lelakiku. . .
Bayangan. . .
Kuatkan aku,
kumohon. . .
Aku tak tau harus berlari kemana. . .
Aku pun sudah berusaha mengadu pada-Nya. . .
Tapi aku memerlukan seseorang untuk menyadarkanku bahwa Tuhan sudah memberi jawaban.
Sungguh. . .
Aku hanya ingin mengadu,
sebentar saja, dengarkan. . .
Aku tak bercanda. . .
Aku hampir lelah dan tak tau harus bagaimana. . .
Aku tak mengerti harus bertindak seperti apa. . .
Hey kamu. . .
Dengarkan aku. . .
Apa kamu tak lelah hanya menjadi bayangan tanpa jadi nyata. . .
Huuft
kumohon. . .
Aku tak tau harus berlari kemana. . .
Aku pun sudah berusaha mengadu pada-Nya. . .
Tapi aku memerlukan seseorang untuk menyadarkanku bahwa Tuhan sudah memberi jawaban.
Sungguh. . .
Aku hanya ingin mengadu,
sebentar saja, dengarkan. . .
Aku tak bercanda. . .
Aku hampir lelah dan tak tau harus bagaimana. . .
Aku tak mengerti harus bertindak seperti apa. . .
Hey kamu. . .
Dengarkan aku. . .
Apa kamu tak lelah hanya menjadi bayangan tanpa jadi nyata. . .
Huuft
Senin, 15 April 2013
Aku Tau. . .
Melangkahlah,
carilah apa yang ingin kamu cari.
Melangkahlah,
karna aku tak akan menghalangi sedikitpun langkahmu.
Melangkahlah,
kuberikan kamu kesempatan untuk memilih.
Setelah kamu lelah,
menolehlah,
karna aku tetap diam memperhatikan langkahmu.
Menolehlah,
pada aku yang sudah terlalu lama menunggu.
Menolehlah,
padaku yang terlalu setia dan bersahabat dengan detik waktu.
Aku tau,
tak semudah itu.
Aku tau,
tak ada jaminan apapun.
Aku tau,
ini sekedar keinginan dan harapan.
Aku tau. . .
Aku tau. . .
Aku tau. . .
carilah apa yang ingin kamu cari.
Melangkahlah,
karna aku tak akan menghalangi sedikitpun langkahmu.
Melangkahlah,
kuberikan kamu kesempatan untuk memilih.
Setelah kamu lelah,
menolehlah,
karna aku tetap diam memperhatikan langkahmu.
Menolehlah,
pada aku yang sudah terlalu lama menunggu.
Menolehlah,
padaku yang terlalu setia dan bersahabat dengan detik waktu.
Aku tau,
tak semudah itu.
Aku tau,
tak ada jaminan apapun.
Aku tau,
ini sekedar keinginan dan harapan.
Aku tau. . .
Aku tau. . .
Aku tau. . .
Minggu, 14 April 2013
Kata Mereka.
Mereka bilang aku bermimpi sayang.
Mereka bilang aku berhayal sayang.
Mereka bilang itu tak mungkin sayang.
Sayang, mereka tak yakin dengan apa yang aku ceritakan tentang mu.
Sayang, mereka mungkin cuma takut aku jadi gila.
Mereka takut aku terlalu tinggi bermimpi.
Dan mereka takut aku akan terjatuh lebih dalam.
Aku harus bagaimana sayang?
Apa aku salah meyakini semuanya?
Apa aku harus berhenti?
Mereka bilang aku berhayal sayang.
Mereka bilang itu tak mungkin sayang.
Sayang, mereka tak yakin dengan apa yang aku ceritakan tentang mu.
Sayang, mereka mungkin cuma takut aku jadi gila.
Mereka takut aku terlalu tinggi bermimpi.
Dan mereka takut aku akan terjatuh lebih dalam.
Aku harus bagaimana sayang?
Apa aku salah meyakini semuanya?
Apa aku harus berhenti?
Kamis, 11 April 2013
Tetaplah.
Tetap genggam tanganku,
Walau mungkin kamu tak akan menoleh dan tak akan memilih ku sedikitpun.
Tapi dengan kamu sertakan aku dalam setiap kisahmu,
sudah cukup bagiku.
Seperti sekarang,
aku tak akan mengeluh dan akan tetap menghiraukan kata orang yang mengasihaniku.
Tetaplah seperti ini,
Seperti aku akan tetap seperti ini, . . :)
Walau mungkin kamu tak akan menoleh dan tak akan memilih ku sedikitpun.
Tapi dengan kamu sertakan aku dalam setiap kisahmu,
sudah cukup bagiku.
Seperti sekarang,
aku tak akan mengeluh dan akan tetap menghiraukan kata orang yang mengasihaniku.
Tetaplah seperti ini,
Seperti aku akan tetap seperti ini, . . :)
Minggu, 07 April 2013
Hilanglah 8 april.
Mengikuti jejak waktu yang terus berjalan hingga berganti hari. . .
Hari yang akan kulalui dengan helaan nafas yang sangat berat.
Sebenarnya aku tak menginginkan hari ini.
Andai tanggal 8 april dihilangkan bersama semua kenangan yang menyesakkan yaitu kematiaan ayah.
Tapi nyatanya tak pernah bisa.
Hari itu tetap dengan teguh hadir dan membawaku larut dalam saat itu.
TUHAN. . .
Andai saja. . .
Hemm. . .
"selalu kusertakan nama ayah dalam sembah sujutku kepada Nya, agar ayah selalu bahagia disisinya. . . "
Teng . . . Teng. . . Teng. . .
" detik-detik menuju tanggal 8 april ".
Hari yang akan kulalui dengan helaan nafas yang sangat berat.
Sebenarnya aku tak menginginkan hari ini.
Andai tanggal 8 april dihilangkan bersama semua kenangan yang menyesakkan yaitu kematiaan ayah.
Tapi nyatanya tak pernah bisa.
Hari itu tetap dengan teguh hadir dan membawaku larut dalam saat itu.
TUHAN. . .
Andai saja. . .
Hemm. . .
"selalu kusertakan nama ayah dalam sembah sujutku kepada Nya, agar ayah selalu bahagia disisinya. . . "
Teng . . . Teng. . . Teng. . .
" detik-detik menuju tanggal 8 april ".
Kamis, 04 April 2013
Rindu Memuncak.
Kusatukan rasa rindu ini bersama angin malam.
Mungkin dengan seperti itu, kamu dapat merasakannya.
Entah aku tak tau mengapa.
Ketika rasa rindu memuncak.
Aku tak sanggup berucap apapun.
Memintamu untuk hadirpun,
selalu tak bisa.
Ya mungkin benar – benar tak bisa atau benar- benar tak mau
bertemu,
entahlah mana yang benar.
entahlah mana yang benar.
Atau mungkin, memang belum waktu yang tepat????
Ya sudahlah....
Toh aku sudah biasa bersahabat dengan penantian...
Ada apa denganku?
Ada apa denganku?
Rasanya ingin menangis tanpa sebab.
Kenapa ini?
Seharusnya kan bulan ini menjadi bulan yang penuh tawa.
Tapi kenapa ini?
Rasanya tak tahan lagi menahan air mata ini.
Membasahi seluruh kekeringan hati.
Rasanya ingin mematikan semua rasa sendu.
Merubahnya dengan tawa.
Apa ini?
Aku tak mengerti...
“TERIAK”...........................................
aaaarrrggg...
yyyyaaaa...
kepergian seseorang terkadang menjadi hal yang dipersalahkan...
kata "ANDAI" menjadi kata yang menandakan hal itu...
ANDAI anda disini....
ANDAI bukan anda yang pergi...
ANDAI masa itu tidak ada...
ANDAI anda masih sidunia ini...
pergi jauh... atau
tak disini lagi... atau
memilih bersama Tuhan...
aaaahhhh...
seperti saat ini...
saat dimana sosok ayah sangat dibutuhkan...
dan beliau sudah pergi.
"ANDAI masih ada ayah disini"
kepergian seseorang terkadang menjadi hal yang dipersalahkan...
kata "ANDAI" menjadi kata yang menandakan hal itu...
ANDAI anda disini....
ANDAI bukan anda yang pergi...
ANDAI masa itu tidak ada...
ANDAI anda masih sidunia ini...
pergi jauh... atau
tak disini lagi... atau
memilih bersama Tuhan...
aaaahhhh...
seperti saat ini...
saat dimana sosok ayah sangat dibutuhkan...
dan beliau sudah pergi.
"ANDAI masih ada ayah disini"
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


