Ya kan benar,
aku terlalu akrap dengan malam.
Jam segini aku baru mengetuk pintu.
Mungkin aku terlalu sombong.
Wanita, sendiri, ditengah riuh dunia tentang detik tahun yang berganti aku jalan tanpa peduli.
Hebat, tak ada rasa takut.
Bukan aku nakal atau apalah,
aku hanya terlalu liar hingga menganggap malam adalah sahabat paling setia.
Aku terlalu berandai-andi,
sebenarnya aku penurut kok.
Andai ada yg melarangku untuk pergi,
aku pasti tidak akan pergi.
Tapi tak ada.
Ya mungkin aku sudah dewasa dan tak pantas berharap sesederhana itu.
Atau bahkan merasa tak pernah dipedulikan hingga sulit membedakan diabaikan atau terlalu dipercaya.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar