Ketika cinta berbaur dengan rasa kecewa,
mungkin dia tahu rasanya luka,
tetapi
menghindar dan menganggapnya hanya kebahagiaan yangg tertunda.
Menjelma
seperti merpati yg indah dan selalu terbang dengan puluhan rasa sanjungan.
Padahal dia hanya terdampar dan terjebak pada sarang yang tanpa tujuan.
Hey pujangga....
Masihkah kau berteriak lantang,
jika yang kau suarakan hanya
anggapan bukan nyata,
hanya angan dan harapan bukan sebuah masa untuk kamu
hidup...
Bukankah cinta bukan soal berbalas atau tidak,
bukankah cinta bukan soal memiliki atau tidak,
bukankah cinta bukan soal dihargai atau tidak...
Bukankah semua bergantung rasa ya???
terus apa yang dihiraukan?
cinta yang salah karena mencintai milik orang lain?
bukankah rasa tak bisa disalahkan?
lantas, mengapa harus terus membodohkan diri sendiri,
jika tetap mencintainya yang adalah milik orang lain?

Tidak ada komentar :
Posting Komentar