Hey dengar,
ini soal hati, bukan logika atau nalar lagi.
Ini bukan soal matematika atau fisika yang punya rumus dan jawaban yang pasti.
Ah. . .
Boleh kan aku kesal?
Boleh kan aku kecewa?
Bosan aku untuk pura-pura tegar.
Bosan aku pura-pura baik-baik saja.
Dengarkan aku!
Aku terluka.
Aku sangat terluka.
Ah sudahlah,
tak ada gunanya.
Dari dulu pun kamu sok tau juga tentang aku.
Dari dulu kamu anggap aku lebih bisa mengontrol perasaanku dari pada mereka,
dan akhirnya kamu korbankan aku.
Tapi sudahlah,
aku tak menyalahkan mu.
Aku yang bodoh.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar