Selasa, 22 Oktober 2013

maafkan keluhku...

sayang...
haruskah sampai seperti ini...
hingga waktu yang semakin larut menemaniku...
aku tetap saja harus memaksa diri tak memikirkanmu...

sayang...
awalnya kupikir mudah..
tapi....
sulit ternyata...
sekedar tak melibatkan namamu dalam setiap apa yang kuucap pun rasanya tak bisa...
namamu hampis seperti kosa kata yang tak mampu aku hilangkan lagi...

ya mungkin terlalu hafal mulut ini dengan namamu ...
sampai terlalu biasa menggabungkan namamu dalam setiap ucapanku...

aduh sayang,...
aku harus bagaimana lagi???
maaf... aku tak bermaksut apapun...






sayang...
maaf kan aku juga yang sering mengeluh...
tentang aku yang masih saja berbaur dengan keyakinan tanpa tahu diri...
padahal jelas - jelas kenyataan tak mau menyapaku ramah...




Tidak ada komentar :

Posting Komentar