Rasanya benar" jatuh.
Tersungkur dalam kehampaan yg tak kunjung musnah.
Seakan menutup mata pada nyata yg begitu memilukan.
Sudahkah aq mampu untuk tetap bertahan?
Sudahkah tetap menyediakan waktu untuk tetap menunggu?
Malam ini,
bersama senandung" lara,
aku tetap menatap dengan penuh harap.
Ketika melihat parasmu lewat seberkas foto,
seketika itu dadaku sesak,
serasa air mata sudah tak bisa di cegah untuk beranjak muncul.
Tiba" mulutq berucap merindukan mu.
Hatiku bergetar, dadaku tersentak dan angan" ku bersuara.
Entah sampai kapan aq akan seperti ini?
Mungkin hingga Allah sudah menyuruhku untuk beranjak pergi, baru aku akan menjauh.
Karna sejahat n seburuk apa pun sikapnya padaku,
tak sedikitpun membuatku berlalu.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar