Kamis, 16 Agustus 2012

Mas, mbak, kenapa pergi?

Sebenarnya menyayangkan semua yg telah terjadi.

Tapi percuma saja,
semua sudah terjadi dan ini lah kenyataanya.

-> Memiliki sahabat yg sudah kuanggap sebagai kakak cowokku sendiri (mas) sangat menyenangkan.
Maklum anak pertama.

Kami sudah bersahabat dari sekolah menengah pertama.
Tak ada yg meragukan kedekatan kami.
Ya, seperti kakak beradik kandung bahkan.

Tapi sayangnya dia tak mendengarkanku.
Dia tetap memilih meninggalkan sahabat"nya demi kekasihnya yg menurutku bukan yg terbaik untuknya.

-> Mendapatkan sahabat yg serasa punya kakak cewek (mbak) sedarah juga sangat menyenangkan.

Kami sangat dekat.
Saling menjaga, mengingatkan, berbagi cerita juga ilmu" baru dll.

Walau banyak yg meragukan persahabatan kami.
Tapi kami bisa menjalani persahabatan ini dengan sangat baik.

Hingga akhirnya dia sudah tidak nyaman lagi dengan persahabatan ini karna dia merasa aku sangat berlebihan lalu dia mulai menjauh dan pergi.

. . . . Ya, walaupun apa yg terjadi,
mereka tetap sahabatku yg sangat baik untuk kemarin, saat ini, dan nanti. :)

Mas, mbak, dimana?
Kenapa pergi?
Adikmu ini masih butuh kalian.
Tolong kembali.



Tapi syukurlah,
aku masih punya sahabat" selalu ada dan selalu jadi tempat yg paling baik untuk bersandar dan berbagi cerita.
Hehehe
makasih.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar